Empat belas bulan berlalu. Perempuan itu tak lagi tenggelam. Empat belas bulan diombang-ambingkan liarnya samudra buat ia mahir berenang. Setidaknya, ia cukup paham bagaimana cara naik ke permukaan dan mencuri sedikit banyak udara sebelum kembali dihempas ombak dan jatuh lagi ke kedalaman. Menahan napas menjadi ritualnya. Menahan sakit (dari nyeri yang timbul ketika seseorang terlalu lama menahan napas) menjadi nyanyiannya. Sebuah bentuk pujian dan penyembahan kepada pangeran yang bahkan tak menerimanya. Sebuah bentuk kesetiaan kepada cinta yang bahkan tak tahu namanya.
Kutanya para nelayan mengapa mereka tak pernah menemukan jasadnya.
Kata mereka, ia tak pernah berteriak minta tolong.
